Kupersembahkan Sebuah Karya untuk Negeriku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

” Insya Allah Pasti Bisa”  adalah kata yang selalu terlontar dari dalam hati dan pikiranku.. Tak pernah aku menyangka berawal dari mimpi ,, berusaha dan berdoa yang akhirnya mengantarkan kesebuah perjalanan hidup yang luar biasa dan takkan pernah ku lupa. Cuma bisa aku mengatakan “ BAHWA SESUATU ITU MEMANG ADA ”

” Jangan Pernah Gentar  Bermimpi,  karena suatu saat mimpi itu akan terwujud di depan pelupuk mata kita, bak ratnamutumanikam menghias jagad belantara Ilahi“. Dalam kebesaran mimpi itu  akan muncul dan menyambar di tepian jiwa dan pikiran terbangun ketika mimpi itu ada di depan mata  bak peluru menembus sasar ” Dan  sesungguhnya perjalanan awal dari sebuah mimpi dimulai di sini … ”

Saya menyadari sebagai seorang yang dibesarkan dari keluarga sederhana tentu memiliki segala keterbatasan, tidak seperti orang kebanyakan yang memiliki fasilitas hidup yang lengkap, namun kesederhanaan hidup itu ternyata membuat saya merenung lebih jauh untuk mendapatkan sesuatu dari TIDAK ADA MENJADI ADA.
Buah mimpi kurenung dengan cerdas, keras, ikhlas, dan tuntas. Tak ayal, suka dan duka silih berganti ibarat sahabat tak terpisah. Dalam proses renungan Tiga Belas Tahun kubidik sasar satu demi satu. Dan aku akan terus bermimpi dan mewujudkannya, mimpiku. Kata orang bijak  ” Bermimpilah selagi bisa bermimpi dan mumpung mimpi itu masih ada “.

Hidup adalah sebuah perjalanan yang panjang, jika kita mau menggunakan setiap kesempatan dengan baik, tapi Hidup juga dapat menjadi sebuah perjalanan yang singkat jika kita hanya menggunakan setiap sisa hidup kita dengan kesia-siaan. Perjalanan hidup itu memang tak selamanya mudah… banyak liku-liku kehidupan di dunia ini tapi kita yakini bahwa disetiap akhir hidup kita harus bahagia.

Sebagai Insan Beriman Perubahan Adalah Sebuah Keniscayaan

Kehidupan senantiasa berubah dan silih berganti. Semenjak penciptaannya, alam semesta beserta segala isinya selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Teori ledakan besar ‘big bang’ yang menjadi awal mula jagat raya ini, tentu jauh berbeda kondisinya saat ini dengan ketika awal penciptaanya. Hijau dan suburnya bumi ini tentu tidak sama ketika ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu mengalami kegersangan. Ya, alam memberikan pelajaran tentang perubahan. Perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Manusia mestinya juga bisa belajar dari dirinya sendiri. Metamorfosa seorang manusia dari setetes air yang hina menjadi janin, kemudian datang ke alam fana ini sebagai bayi, tumbuh menjadi anak kecil yang riang, lalu tumbuh memasuki usia remaja hingga menjadi dewasa dan tua, adalah contoh lain sebuah perubahan.

Namun, yang terpenting untuk menjadi pemahaman yakni bahwa perubahan adalah sebuah proses kehidupan itu sendiri. Hanya mereka yang mau dan siap berubah saja yang akan menjadi ‘petarung’ tangguh dalam kehidupan ini. Sedangkan yang tidak siap melakukan perubahan, maka hanya akan menjadi ‘pecundang’ dan mati tergilas kehidupan. Berubah menjadi lebih baik, lebih, kuat, atau lebih sukses sudah barang tentu memerlukan proses dan perjuangan. Keberhasilan tidak datang kepada para pemalas dan pemuja angan-angan yang tidak pernah berusaha untuk menggapainya. Keberhasilan juga tidak datang kepada penikmat kemudahan yang bodoh, bahkan keberhasilan tidak akan menghampiri para pecundang dan siapa saja yang mudah putus asa. Karena keberhasilan dan kesuksesan memiliki cara tersendiri untuk datang kepada para pemiliknya.

Belajar dari Celah Kecil

Tidak ada salahnya jika kita menyimak satu kisah metamorfosa berikut ini yang sungguh sangat luar biasa untuk menjadi pelajaran bagi ‘ PETARUNG-PETARUNG ’ kehidupan yang tangguh;

Suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong. Seorang anak muda berada didekatnya dan memperhatikan detik demi detik calon kupu-kupu kecil itu berjuang keras untuk keluar dari celah tersebut. Sudah berjam-jam lamanya celah itu hanya bergerak sedikit demi sedikit, sampai kemudian tampak terhenti. Sepertinya usaha tersebut sia-sia belaka dan seolah usahanya gagal dan tak mungkin berhasil. Anak muda itu tertegun, dan akhirnya memutuskan untuk membantu membongkar kepompong tersebut. keluarlah kupu-kupu kecil dengan mudah darinya. Namun, apa yang terjadi? Tubuh kupu-kupu itu kecil dan sayapnya tidak mengembang dan kurang sempurna. Anak muda itu diam dan terus memperhatikan, berharap bahwa sebentar lagi sayap tersebut akan terbuka, membesar, dan berkembang menjadi sayap yang kuat yang dapat membawa tubuhnya sendiri terbang mengarungi dunianya yang baru.

Akan tetapi, apa yang diharapkan anak muda itu tidak kunjung datang. Sayap itu tetap lemah dan tidak mengembang hingga akhirnya kupu-kupu tersebut menghabiskan hidupnya dengan merayap dan lemah. Kehidupan dan perubahan membutuhkan perjuangan, seekor kupu-kupu secara alamiah tidak pernah lelah dan putus asa untuk merobek kepompong yang menghalanginya dari dunia luar. Namun, sungguh bahwa upaya keras dan panjangnya itu adalah sebuah proses untuk dirinya menjadi lebih matang, kuat dan tangguh. Untuk melanglang buana menjalani kehidupan berikutnya yang penuh kesempatan.

Demikian pula halnya manusia. Jika diresapi lebih mendalam, maka segala tantangan dan ujian hidup hanyalah sebuah jalan menuju kematangan dan kesiapan meraih keberhasilan. Mengapa tidak mencoba untuk berfikir, bahwa awal mula kehidupan setiap manusia dimulai dengan pertarungan ?. Dan kita adalah sosok petarung tangguh dan pemenang itu. Karena setiap manusia tumbuh dari benih pilihan yang unggul dan telah mengalahkan ribuan bahkan jutaan sperma lainnya. Bukankah kita telah dilahirkan sebagai ‘petarung’ yang tangguh? Karenanya, keyakinan dan perubahan adalah jalan meraih keberhasilan dan kehidupan yang lebih baik bagi para petarung sejati. Saatnya memulai untuk bermetamorfosa secara hirarki .

Kemampuan Melawan Gravitasi

Gaya gavitasi bumi adalah gaya tarik bumi terhadap benda-benda yang berada di atasnya.  Misalnya, Buah-buahan yang jatuh dari pohonnya adalah merupakan contoh gaya gravitasi. Semua benda yang ada di bumi ini akan jatuh ke tanah apabila tidak ada yang menyangganya di suatu ketinggian. Yang pasti Tuhan merancang gaya gravitasi ini dengan fungsi yang sangat penting bagi kehidupan semua mahluk bumi. Coba anda bayangkan jika bumi tempat kita berpijak ini tidak ada gaya gravitasi, betapa susahnya semua benda tidak bisa disusun karena bertebaran, dan banyak lagi masalah lain yang akan timbul jika tidak ada gaya gravitasi bumi. Contoh lain gravitasi bumi adalah gaya tarik bumi terhadap bulan sebagai satelit.
Secara pintas kedengarannya mustahil, karena semua sudah diatur oleh Sang Pencipta Alam Semesta. Tapi bukankah Allah telah memberi akal dan pikiran kepada kita ?
‘Seperti katak dalam tempurung’, peribahasa ini sangat familiar bagi hampir semua orang yang pernah mengenyam bangku sekolah. Begitu pula maksud dari kalimat yang terangkai dari empat kata tersebut, hampir semua orang juga memahaminya. Bagaikan katak dalam tempurung berarti seseorang yang sempit wawasan, sempit pengetahuan, atau pun sempit keyakinan. Yang menganggap bahwa apa yang dimilikinya saat itu adalah puncak sebuah keberhasilan yang tidak mungkin bisa lebih baik lagi, atau puncak kegagalan yang tak mungkin lagi terpecahkan.

Demikian penjabaran dari peri bahasa tersebut di atas. Yang menjadi permasalahan adalah, tidak sedikit dari manusia yang tidak menyadari bahwa dirinya bagai seekor katak yang terkungkung dalam tempurung. Dirinya menganggap bahwa kondisi saat ini adalah kondisi terbaik bagi nasibnya. Tidak perlu ada upaya berubah. Bagi orang yang merasa tidak memiliki bekal pengetahuan cukup, menyikapi nasib dengan sikap pasrah dan lemah. Sedang bagi sebagian orang yang mendapatkan sedikit ‘keberhasilan’ terburu-buru merasa bahwa saat ini adalah waktunya menikmati jerih payah. Masa kerja keras dan banting tulang sudah terlewati, saatnya memetik sambil berleha-leha menikmati secangkir kopi. Inilah sebenarnya “ ketidakmampuan melawan gravitasi “  yang membuat lalai dan cepat puas atau putus asa.

Sangat banyak orang ingin menggapai puncak kesuksesan, dan tidak sedikit orang yang menggantungkan cita-cita setinggi langit. Namun, hanya sedikit di antaranya yang siap mengambil langkah besar menaiki tangga kesuksesan yang tentunya penuh dengan aral dan ujian. Bahkan sangat sedikit sekali orang-orang yang siap melewati resiko dengan keberanian dan kematangan pertimbangan. Justru, kebanyakan malah menghindari jalan terjal menuju kesuksesan. Pada umumnya orang dengan mudah mengatakan “ Akan Kuwakafkan Jiwaragaku “ Tapi Tak semua orang bisa mengatakan “ KUPERSEMBAHKAN SEBUAH KARYAKU “
Dunia ini penuh sesak dengan peluang dan kesempatan, tentunya bagi orang-orang yang mau melakukan “ loncatan besar “ dalam hidup ini. Dan kesempatan itu tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ‘beruntung’ saja, tetapi juga bagi setiap orang yang memiliki motivasi untuk hidup lebih baik dan terus lebih baik lagi.  Siapa sangka seorang Mark Spancer yang hingga meninggal dunia tidak pernah bisa membaca dan menulis di akhir hayatnya memiliki puluhan outlet fashion pemilik merk ternama. Atau seorang Matsushita, dimana karena kemiskinannya hari berkabung atas kematian ayahnya hanya diketahui dan dihadiri 3 orang saja, dirinya, ibunya, dan saudaranya, namun dikemudian hari menjadi salah satu pengusaha sukses pemilik perusahan raksasa Matsushita atau kita biasa mengenal Panasonic Gobel. Dan masih banyak kisah-kisah nyata lainnya yang seharusnya dapat menjadi motivasi bagi setiap kita untuk mampu menaiki satu persatu anak tangga keberhasilan yang tiada ujung ini.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Jika saya meninggal nanti, waktu harus memberi bukti, bahwa semua orang menyebut karya saya. berupaya keras merajut tangga keberhasilan meski kegagalan kadang menjadi penghambatnya.  berfikiran besar dan berani mengambil risiko dalam meraih tujuan. Apa perbedaan seseorang yang sempit otak dengan orang yang berfikiran besar menyikapi tentang malam yang gelap gulita. Orang yang sempit otak akan berfikir bahwa, datangnya gelap pertanda tibanya waktu meluruskan badan dan meregangkan otot. Atau saatnya mengumpat dan mengumbar cacian karena tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi bagi orang yang berfikiran besar, maka gelap menjadi motivasi melakukan karya besar sebagaimana Alpha Thomas Edison bekerja keras menciptakan ‘cahaya’ untuk menaklukkan gelap. Meskipun orang-orang disekitarnya menganggap gila dan sesuatu pekerjaan yang sia-sia.

Demikian kenyataanya, bahwa seringkali kita tidak menyadari bahwa kita seperti katak dalam tempurung. Merasa tidak mungkin bisa berubah lagi atau merasa besar dengan kekerdilan kita. Enggan mencoba melakukan loncatan besar untuk meraih kondisi yang lebih baik lagi karena merasa bahwa saat ini adalah waktunya menerima nasib atau memetik hasil. Lalu mengapa tidak berfikir untuk mulai memecahkan tempurung yang mengungkung kita? Sebab diluar sana dunia masih begitu luas dan menjanjikan peluang dan kesempatan yang tiada batas.

Mimpi Sang Prajurit

Seperti yang diutarakan di atas, bahwa semua orang bisa mengatakan  Akan Kuwakafkan Jiwaragaku “ Tapi Tak semua orang mampu mengatakan “ KUPERSEMBAHKAN SEBUAH KARYAKU  “. Saya sebagai seorang prajurit telah membuktikan secuil karya kecil dari sekian banyak pembuat karya besar. Bukan tidak mungkin sebagian orang mencemoh dan memandang kecil  apa yang saya perbuat, tapi pasti masih ada sebagian orang juga mengapresiasi apa yang telah kami lakukan.

Jika pembuat karya besar menganggap karya kecil kami tidak berarti, itu adalah wajar karena memang saya dibesarkan dari keluarga kecil-sederhana. Namun dibalik itu, sekecil apapun yang saya buat merupakan karya besar bagi saya pribadi, keluarga, dan institusi. Itulah prinsip yang saya pegang untuk melawan desing peluru nyasar musuh yang masih bergentayangan di negeri ini.

Super Tani adalah dua buah untaian kata memberi nama karya kecil  saya. Namun di dalamnya sarat dengan makna dan mamfaat yang kini telah dibuktikan oleh petani Indonesia. Tiga belas tahun adalah kurun waktu yang saya lalui hanya untuk menghasilkan sebuah karya kecil. Melalui perjuangan dengan berbagai rintangan yang akhirnya memiliki legalitas kepemilikan. Bahkan telah mendapat pengakuan bukan hanya dari petani pengguna tapi juga dari pemerintah dalam sebuah Direktori 2009.

Pupuk Super Tani adalah tiga kata yang tak terpisahkan adalah bentuk karya kecil seorang Prajurit. “ Untukmu Negeriku, Hanya Inilah Batas Kemampuan Prajuritmu, Kupersembahkan  Sebuah Karya Kusebut SUPER TANI  “

Saya sebagai seorang prajurit sangat memahami, bahwa Tugas pokok Prajurit TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Oleh karena itu, Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan.

(Andi Undru, S.Sos.)

Motivasi Ala Super Tani

Seuntai Kata dapat membuat kita terpesona, sebuah kata dapat membuat kita bersukacita dan sebuah kata dapat menumbuhkan sebuah semangat baru. Berikut untaian kata motivasi ala Super Tani tentang kesuksesan.

Orang-orang yang tidak bekerjapun diberi rahmat oleh Tuhan apa lagi bagi Anda yang berupaya mencarinya.

Masa depan Anda tergantung pada pengorbanan Anda hari ini,
Masa depan Anda tergantung apa yang Anda dapat berikan hari ini,
Masa depan Anda tergantung dari hasil renungan Anda

Nilai sukses Anda diukur dari seberapa kuat keinginan Anda; keinginan Anda ditentukan oleh seberapa besar mimpi Anda; dan Mimpi Anda ditentukan oleh kemampuan Anda dalam mengatasi kekecewaan yang Anda alami.

Sebuah kesuksesan datang pada waktu yang tak terduga tetapi kesuksesan itu perlu dicapai dengan usaha tulus ikhlas yang terus-menerus.

Semangat tinggi adalah pangkal harapan dari setiap usaha, tanpa semangat tinggi takkan pernah ada hal besar yang dapat dicapai – Sumange’ Tealara

Ketahuilah bahwa selisih antara sukses dan kegagalan ibarat rambut dibelah tujuh?

Sadarkah Anda bahwa Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu ?. Sesungguhnya Diri Andalah yang ditunggu-tunggu. Diri Andalah perubahan yang Anda cari.

Sesungguhnya di antara para juara terdapat mereka yang kalah, dan di dalam kelompok yang kalah terdapat para juara dan pemenang.

Jika Anda membiarkan diri Anda sendiri tidak disiplin dalam hal-hal kecil, kemungkinan juga Anda tidak akan disiplin dalam hal-hal besar. Maka besar kemungkinan hidup Anda terlantar.

Sukses, kegagalan, dan masa depan Anda merupakan hasil kerja melawan nafsu Anda yang berlebihan.

Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci untuk sukses. Jika Anda mencintai yang Anda kerjakan, Anda akan sukses.

Keberuntungan ada dalam beberapa perahu yang tidak dikemudikan, jadi jangan berharap pada keberuntungan.

Orang- orang yang sangat optimis memandang masalah sebagai suatu tantangan. maka ia terus berupaya berpikir, berdoa, dan yakin. Ia tahu ada solusi dan akhirnya menemukannya.

Bukanlah orang terpintar yang selalu mendapatkan yang terbaik; namun orang yang mempunyai kegigihan membaca dan orang-orang yang terus bertahanlah yang mencapai sukses.

Sadarlah bahwa jika Anda tetap melakukan apa yang Anda selalu lakukan, Anda tetap mendapat apa yang selalu Anda dapatkan.

Orang-orang besar dan bijaksana memiliki pikiran atau pandangan yang serupa” dan bahwa di dunia ini tidak ada seorangpun yang memiliki seluruh kebenaran. Masing-masing orang memiliki sepenggal kebenaran, termasuk Anda.

Airmata Anda menunjukkan bahwa apa yang mampu dilihat mata Anda itu terbatas.

Anda selalu butuh seorang sahabat yang pemimpin dan perenung. Agar Anda tahu bahwa dunia ini tak sesempit tempat kita tinggal.

Karena Anda tak pernah menomorsatukan Sang Pencipta, bukan mustahil Allah akan membiarkanmu dinomorduakan oleh sahabatmu sendiri.

Orang sukses memiliki semangat seganas gelombang lautan & tekad sekeras baja. Sebelum sukses tidak akan mundur.

Kesuksesan itu sesuatu yang bisa dikejar tetapi tidak bisa dipastikan. Sukses itu anugerah dari Allah yang diberikan atas dasar usaha Anda sendiri.

Tidak ada yang memastikan kesuksesan seseorang, melainkan Tuhan. Namun, Tuhan hanya akan memberikannya pada orang yang tepat, yakni mereka yang mau berusaha dan berdo’a.

Tidak ada yang tidak bisa dirubah ketika Anda mau berbenah dan berusaha semampu Anda. Sekecil apapun yang akan Anda dapat, ia tetap menjadikan Anda jauh lebih baik dari hari-hari kemarin.

Optimisme dapat mengalahkan perhitungan kalkulator otak. Seorang pemenang tak pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang behenti berusaha takkan pernah menang.

Kesuksesan adalah sekumpulan dari doa, keputusan, dan tindakan yang tersusun rapi dan terencana.

Menyalahkan pihak lain atas penderitaanmu tak mengubah apa pun maka cari solusi dan lakukan.

Ketahuilah bahwa, cara terbaik untuk membuktikan impian Anda adalah dengan berusaha dan memohon kepada yang Mahakuasa. Berusaha membuat semuanya menjadi mungkin, meski sebagian memang tidak mungkin.

Mendahulukan akhirat mampu memperbaiki Dunia Anda.
Superkanlah cipta, rasa, dan karsa Anda, niscaya hidup Anda akan seperti SUPER TANI yakni memberi warna kedamaian hidup bagi tumbuhan dan tanaman.

Formulator,

( Andi Undru M., S.Sos.)

Serap Gabah Petani Antisipasi Anjloknya Harga

Program Panen dan Serap Gabah Petani merupakan satu upaya antisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen raya. Didukung dengan upaya distribusi pasokan yang stabil di tiap wilayah adalah cara yang efektif untuk menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen. Hal tersebut terungkap saat Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, hadir secara langsung pada Panen dan Serap Gabah Petani yang dilakukan di desa Tonralipu, kecamatan Tansitolo, kabupaten Wajo, Senin (04/04).

Di lokasi ini Mentan juga meninjau secara langsung panen padi menggunakan alat mesin pertanian combine harvester. Sinergi kuat antara TNI, Pemerintah Daerah dan Bulog bekerjasama menggerakan aparat, penyuluh dan petani di lapangan untuk menyukseskan target pemerintah swasembada padi, jagung kedelai.

Pada musim gadu ini, Wajo memiliki luasan 52.000 ha, dan yg belum dipanen sekitar 35.000 ha. Dari keadaan tersebut Mentan meminta dari segenap stakeholder yang hadir, hasil panen di Wajo dapat terserap sebanyak 200.000 ton gabah, dan jika hal tersebut terealisasi Mentan akan akan memberikan hadiah 30.000 ha benih untuk Wajo.

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan kepada Kadivre Bulog setempat untuk menyerap gabah. “Kadivre, di kabupaten Wajo, jangan sampai menyerap gabah kurang dari harga 3.700 rupiah, itu perintah,” ungkap Mentan

Mentan mengungkapkan, pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat petani untuk memberikan kesejahteraan terhadap petani dengan melakukan Serap gabah. “Kedaulatan pangan adalah ketahanan negara. Kalau petani miskin, negara lemah, kalau petani untung bangsa bisa maju,” kata Mentan

Di Wajo terdapat tenaga THL sebanyak 22 orang dan PPL sebanyak 141 orang, dan Kepada THL dan penyuluh yang hadir pada kegiatan tersebut, Mentan mengharapkan dapat melakukan Serap Gabah sebanyak 5.000 ton untuk masing-masing penyuluh.

Strategi Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Tantangannya

Berbagai cara dan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencari solusi dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Tidak hanya melibatkan unsur pertanian itu sendiri tetapi juga melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu wujud nyata seperti yang telah dilakukan Kodam VII/Wirabuana dengan melakukan gerakan frontal dilapangan mulai jajaran Korem, Kodim, Koramil, hingga tingkat Babinsa memberikan bimbingan tekhnis secara langsung kepada para petani.

Konteks ketahanan pangan mencakup aspek yang luas, tidak hanya pada peningkatan produksi pangan tetapi juga menyangkut hal lain seperti kesejahteraan petani dan diversifikasi pangan . Diversifikasi pangan menjadi masalah penting karena tidak semua warga di Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Dalam hal ini ketahanan pangan sangat penting dalam mengatasi krisis pangan yang sedang dialami Indonesia untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Swasembada dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan. Pengan adalah bahan-bahan makanan yang didalamnya terdapat hasil pertanian,perkebunan dan lain-lain. Jadi swasembada pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan makanan sendiri tanpa perlu mendatangkan dari pihak luar. Swasembada pangan merupakan keadaan dimana suatu negara dapat memenuhi tingkat permintaan akan suatu bahan pangan sendiri tanpa perlu melakukan impor dari pihak luar. Dan juga swasembada pangan adalah terhindarnya suatu negara dari kelaparan.

Ketahanan pangan merupakan sebuah kondisi yang terkait dengan ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan. Misalnya sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Sehingga untuk mempertahankan ketersediaan pangan secara berkelanjutan maka dibutuhkan kemampuan dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi. Mana bisa mencapai Ketahanan Pangan tanpa ada Swasembada?

Sehingga keberhasilan dalam pemenuhan kebutuhan pangan berperan secara strategis dalam penciptaan ketahanan pangan nasional (food security) yang sangat erat kaitannya dengan ketahanan sosial (socio security), stabilitas ekonomi, stabilitas politik, dan keamanan atau ketahanan nasional (national security).

Kebijakan Negara dari Masa ke masa

Setelah satu abad, teori Malthus akhirnya terbantahkan. Malthus memprediksi akan terjadinya kelaparan karena tidak seimbangnya kemampuan lahan untuk pangan dengan pertambahan penduduk. Karena pesatnya ilmu pengetahuan, kemudian terjadilah revolusi hijau (green revolution). Revolusi hijau dimulai dengan penemuan persilangan jenis gandum yang responsif terhadap pupuk yang kemudian disilangkan dengan varietas asal Jepang, dihasilkanlah tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan secara lebih efisien. Rekayasa genetika ini dipelopori oleh pemenang hadiah nobel bidang pangan dari AS, Borlaug. Pengembangan rekayasa genetika yang memberi manfaat ini kemudian banyak disebarluaskan di berbagai belahan dunia, seperti di India, Pakistan, Meksiko maupun beberapa belahan dunia lainnya.

Selanjutnya awal 60-an, IRRI (International Rice Research Institute) sebagai lembaga riset dan penelitian beras mengembangkan rekayasa genetika dengan mengembangkan “padi ajaib”, di mana ditemukan padi dengan umur pendek dan jumlah produksi relatif besar. Itulah yang kita kenal IR 5 dan IR 8. Inilah tonggak revolusi hijau di tahun 60-70-an. Dengan penemuan semacam ini, prediksi bencana kelaparan dapat diminimalisasi.

Di era Orde Baru, pada saat pemerintah bercita-cita mewujudkan swasembada pangan, pengembangan rekayasa genetika sungguh sangat membantu untuk mewujudkannya.

Pada masa penjajahan Belanda dulu, bidang pertanian banyak dikembangkan untuk kepentingan pemerintah penjajah dengan menerapkan metode tanam paksa. Banyak hasil pertanian yang favorit dan legendaris di pasaran internasional, seperti rempah-rempah, tembakau, kopi, tebu, dan lain-lain. Di masa penjajahan Jepang, dengan metode kerja rodi, Jepang memaksa para petani menanam berbagai hasil pertanian untuk kepentingan mereka, seperti beras, jagung, dan pohon jarak sebagai bahan bakar.

Di awal kemerdekaan, pembangunan pertanian dipengaruhi semangat nasionalisme dan untuk mencukupi seluruh kebutuhan rakyat, terutama kebutuhan pokok, seperti beras, jagung, kedelai, ketela, kacang tanah, dan kebutuhan akan ikan serta daging. Masih di era ekonomi Soekarno tahun 60-an, pendekatan perencanaan pembangunan mulai dicanangkan seperti intensifikasi, ekstensifikasi untuk mendukung memenuhi kebutuhan pangan nasional. Walaupun dalam jangka pendek pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan secara penuh, bahkan terjadi lonjakan inflasi yang cukup tinggi.

Di masa Orde Baru, dengan anggaran APBN cukup besar yang melanjutkan program intensifikasi dan ekstensifikasi dengan semangat swasembada pangan, akhirnya secara umum tercapai. Program pengembangan infrastruktur begitu intensif seperti pembangunan irigasi, waduk dan bendungan, pabrik pupuk di mana-mana dan berdiri berbagai lembaga penelitian pangan. Kita masih ingat pemberdayaan petani cukup dominan, seperti kelompencapir, sebagai media penyambung antara program pemerintah dengan petani. Banyak program lain yang dijalankan, seperti kredit untuk tani, subsidi pupuk, benih dan lain-lain. Hal itu didukung program transmigrasi serta pemanfaatan lahan tidur yang disulap sebagai lahan pertanian. Terlepas dari dampak negatif program-program tersebut, tetapi kebutuhan akan bahan pokok makan terpenuhi. Tentu program ini berhasil, walaupun nasib dan derajat petani belum sepenuhnya terangkat.

Pada era reformasi sekarang ini, pembangunan pertanian terbawa arus eforia dan warna sosial politik. Ada kecenderungan kebijakan pemerintah di bidang swasembada pangan mulai terabaikan. Terbukti pada awal reformasi sampai sekarang ini anggaran di sektor pertanian tidak terlalu besar padahal negeri ini dikenal negara agraris. Disamping itu ada indikasi karena hiruk pikuknya kebijakan desentralisasi sehingga program swasembada pangan justru terabaikan. Isu-isu lainnya adalah anggaran sudah disiapkan tetapi sasaran tidak tepat apalagi menuju keasas mamfaatnya.

Program sudah luar biasa di atas kertas tetapi kenyataannya di lapangan berbeda, petani hanya menjadi objek program trilyunan, ya sekadar menjalankan program ibarat air mengalir, habis program habis perkara, tidak ada unsur pemberdayaan konsep produksi yang produktif. Petani mendapatkan hasil melimpah tapi biayanya juga melimpah. Misalkan petani mampu mendapatkan 10 ton gabah tetapi biaya untuk mendapatkannya membutuhkan 9 ton gabah berarti petani hanya mendapat hasil 1 ton gabah. Artinya mengeluarkan biaya besar namun hasilnya sedikit.

salah satu kendala yang sering menghantui para peteni yakni kelangkaan pupuk. Sejatinya pemerintah memberi peluang terhadap kemampuan dan pemberdayaan teknologi lokal tentang pengadaan pupuk. Para pemegang kebijakan sebaiknya tidak hanya bertumpu dan mengandalkan kemampuan pusat dalam mensuplay pupuk yang selalu mengalamai masalah, tetapi sejatinya memberi peluang kepada daerah untuk menggunakan hasil karyanya sendiri. Sebutlah contoh pupuk Super Tani yang tak kalah dibandingkan pupuk suguhan dari pusat, pada hal pupuk Super Tani hanya dibuat oleh seorang prajurit TNI anak kampung. Oleh karena itu petani Indonesia masih perlu dibimbing yang sejalan dengan program pemerintah.

Jika cermati selama ini, kebijakan-kebijakan pemerintah yang diambil terkait dengan berbagai isu lonjakan harga komoditi pangan sungguh membingungkan. Kebijakan pemerintah yang ditempuh selama ini cenderung hanya responsif yang mempunyai implikasi jangka pendek, padahal permasalahannya menyangkut jangka panjang. Kita ambil contoh kebijakan mengenai minyak goreng tahun lalu, pemerintah kemudian tergopoh-gopoh dengan menaikkan pungutan ekspor crude palm oil (CPO). Kebijakan ini akhirnya tidak juga efektif, sampai akhirnya pemerintah merelakan merogoh kocek anggarannya dengan mengambil kebijakan klasik berupa subsidi minyak goreng, sebagai pro poor. Alangkah sederhananya menyetel sebuah paket kebijakan yang kelihatan grabak-grubuk itu. Padahal permasalahannya tidak sesederhana itu. Akhirnya kebijakan ini tidak tuntas.

Kita yakin suatu saat permasalahan ini akan muncul kembali. Dan, instrumen klasik seperti subsidi digunakan lagi sebagai senjata pamungkasnya, sehingga beban anggaran juga semakin berat. Sekarang pemerintah disibukkan lagi dengan melonjaknya berbagai harga komoditas pangan kita, termasuk harga kedelai. Kita berharap kebijakan pemerintah yang diambil akan tuntas.
Tidak hanya kebijakan jangka pendek, tetapi semestinya pemerintah mengambil kebijakan yang lebih permanen dan menyeluruh. Karena secara jangka panjang kebutuhan masyarakat terus meningkat seiring kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Jadi, swasembada pangan selalu menjadi prioritas. Jangan sampai pemerintah seolah gengsi untuk melanjutkan kebijakan pemerintah Orde Baru, apalagi kebijakan-kebijakan Orde Baru tidak selalu jelek.

Sudah saatnya pemerintah memikirkan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, sektor yang dianggap tidak penting di era reformasi. Untuk itu, perlu kebijakan serupa insentif perbankan, perbaikan infrastruktur pertanian dan lain-lain, yang mendorong kaum muda terlibat dan bersama-sama menuju cita-cita swasembada pangan.

Karena itu. Kementerian Pertanian meminta para kepala dinas pertanian di daerah, yang juga merupakan sekretaris dewan ketahanan pangan provinsi dan kabupaten/kota, untuk mengambil inisiatif dengan mencari cara yang terbaik untuk mewujudkan swasembda dan ketahanan pangan dengan pemberdayaan kekuatan lokal.

Super Tani, Tantangan, dan Harapan

Tantangan dan permasalahan mendasar pembangunan sektor pertanian berkaitan dengan sarana prasarana, permodalan, pasar, teknologi, dan kelembagaan petani, yang masih memerlukan penanganan yang berkelanjutan disamping munculnya persoalan-persoalan baru. Walaupun dihadapkan pada berbagai permasalahan dan hambatan, sektor pertanian telah mampu menunjukkan keberhasilan dan perkembangan yang menggembirakan.

Ketahanan pangan merupakan sebuah tantangan kemanusiaan yang mendapatkan prioritas untuk mencapai kesejahteraan bangsa pada abad milenium ini. Untuk mencapai cita-cita tersebut perlu upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional harus bertumpu pada sumber daya pangan lokal yang mengandung keragaman antar daerah dengan memberdayakan kearifan lokal.

Dalam mengantisipasi terjadinya krisis pangan di Indonesia, Super Tani mempunyai harapan dalam perwujudan ketahanan pangan salah satunya yaitu dengan melakukan pemanfaatan kekuatan berbasis sumber daya lokal yang mempunyai peran strategis dalam agenda pembangunan nasional.

Karena bukti geliat dilakukan pihak Super Tani dalam mendukung agenda Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional, maka Celebes TV Makassar secara ekslusif mengundang Formulator pupuk Super Tani Kapten Cpl.Andi Undru dalam sebuah wawancara ‘STRATEGI MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN”. Bukan hanya itu diawal Oktober mendatang pihak Super Tani akan menggelar Seminar tentang “Pemberdayaan Pupuk Alternatif Super Tani Strategi mewujudkan Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional”.

(Oleh : Formulator Super Tani)

Super Tani Siap Menjawab Kelangkaan Pupuk

I..Fenomena dan Pemecahan Masalah

A.Sistem an-Organik, Alternatif Mengatasi Kelangkaan Pupuk Kimia

Ketersediaan hara yang cukup dalam tanah merupakan suatu keharusan bagi tanaman untuk menghasilkan produksi yang memadai. Pada tanah yang subur kandungan hara sudah tersedia dengan cukup. Sekitar 16 jenis unsur hara diperlukan tanaman, baik itu unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Unsur hara makro terdiri dari unsur C, H, N, O, S, P, Mg, Ca, dan K, sedangkan unsur hara mikro terdiri dari unsur Fe, Al, Zn, Mo, B, Bo, Mn, dan yang lainya. Apabila satu atau lebih unsur hara tersebut tidak tersedia maka petumbuhan tanaman akan terganggu.

Kandugan hara di dalam tanah tidak selamanya dapat mencukupi kebutuhan tanaman untuk berproduksi, karena kandungan hara dalam tanah semakin lama semakin berkurang seiring dengan pemanenan yang berulang kali. Guna mencukupi hara dalam tanah yang semakin berkurang maka perlu dilakukan usaha untuk mengembalikan kesuburan tanah, salah satu usahanya adalah dengan pemberian pupuk.

Pupuk yang ditambahkan ke dalam tanah untuk membantu mengembalikan unsur hara yang semakin berkurang dapat berupa pupuk an-organik dan pupuk organik. Pupuk kimia merupakan pupuk sintesis buatan pabrik yang menggunakan bahan kimia. Sedangkan pupuk an-organik merupakan perpaduan pupuk kimia dan organik yang menggunakan bahan dari alam, misalnya kotoran ternak; daun- daunan; dan lain sebagainya.

B.Mengapa Terjadi Kelangkaan Pupuk Kimia di Pasaran ?

Pada umumnya petani menggunakan pupuk kimia untuk membantu menyuburkan tanah. Mereka merasa penggunaan pupuk kimia lebih praktis dan tidak perlu membuatnya. Dengan jumlah pupuk kimia yang tidak terlalu banyak, mereka sudah dapat mendapatkan hasil dari tanaman yang cukup banyak. Hal itulah yang membuat mereka menjadi tergantung pada pupuk kimia.

Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia menyebabkan permintaan pupuk kma semakn meningkat. Hal ini membuat pengusaha pupuk kimia harus dapat menyediakan pupuk kimia untuk kegiatan produksi petani secara terus menerus. Namun, ini tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku yang ada. Inilah yang membuat pupuk kimia menjadi langka di pasaran.

Penyebab utama kelangkaan pupuk yang terjadi di Indonesia adalah tidak ada satupun industri di Indonesia cukup kuat pondasinya untuk mempertahankan kelangsungan produksinya. Semua Industri Indonesia khususnya yang berbasiskan bahan baku kimia itu di dapatkan dari import, artinya kandungan lokalnya (Bahan Baku Lokal) tidak lebih dari 20%-30% yang dihasilkan oleh Indonesia untuk suplai industri dalam negeri. Di Sisi yang lain, transaksi dalam Perdangangan Internasional alat tukarnya masih mengunakan Dollar AS. Sementara itu, nilai tukar dollar AS di dalam negeri sepanjang tahun 2014 berada pada kisaran 10.000-12.000/USD.
Penyebab lainnya yaitu Alur distribusi pupuk kimia di Indonesia yang terlalu panjang. Semakin panjang alur distribusi, semakin besar pula risiko pupuk tersebut tidak sampai pada petani. Alur distribusi pupuk yang saat ini berjalan di Indonesia terdiri dari : Lini I (pabrik), Lini II (UPP/Unit pengantongan pupuk), Lini III (Gudang Produsen dan Distributor), Lini IV (Pengecer Resmi), Kelompok Tani/Petani. Belum lagi birokratif lainnya yang masih terjadi oleh oknum tak bertanggung jawab seperti halnya RDKK yang tidak valid, kurangnya sosialisai pihak terkait cara penggunaan dan sasaran mana saja yang diperuntukkan untuk pupuk bersubsidi yang menggerus dana APBN trilyunan rupiah setiap tahunnya.

Berbagai kebijakan telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pupuk ini. Secara umum kebijakan itu mencakup soal produksi, distribusi dan pemberian subsidi. Namun kebijakan tersebut terkesan ambigu dan tidak jelas, karena ;

Pertama, kelangkaan pupuk dipandang sebagai problem teknis semata, sehinga tidak berupaya memotret persoalan secara keseluruhan, seperti arus kuat untuk menyerahkan produksi dan distribusi pupuk nasional ke mekanisme pasar.
Kedua, langkah-langkah pemerintah tersebut sama sekali tidak menjawab sebab-sebab utama kelangkaan pupuk.
Ketiga, tidak ada upaya yang serius dalam pemberdayaan potensi lokal. Sumber daya lokal hanya dijadikan sebagai objek belaka bahkan disinyalir terdapat pembumihangusan potensi lokal melalui mafia kebijakan.

C..Dampak Kelangkaan Pupuk Kimia

Lengkaplah sudah dengan kelangkaan pupuk ini maka semakin memberatkan ekonomi para petani, karena produksi semakin berkurang. Semakin berkungnya pupuk menyebabkan petani harus melakukan budidaya dengan pupuk seadanya, sehingga produksi tanaman yang didapat menjadi kurang optimal. Hasil dan kualitas panen yang menurun drastis bahkan risiko gagal panen menyebabkan pendapatan petani menurun dan harus menanggung semua biaya produksi.

Tak terbayangkan jika dampak kelangkaan pupuk tersebut akan semakin parah ketika petani tidak lagi mempunyai kemauan untuk menanam. Tidak adanya petani yang mau menanam berarti tidak ada bahan makanan yang bisa diolah dan dimakan, sehingga harus import. Oke, Impor mungkin saja dilakukan tetapi tentu harganya akan semakin mahal dan belum tentu aman dari segi kesehatan dan kualitas.. Keadaan tersebut jika berlarut-larut juga akan menggangu Ketahanan Pangan Nasional yang selama ini melibatkan banyak pihak bahkan TNI pun harus turun tangan.

Pertanian adalah sektor vital dalam pertumbuhan dan keamanan suatu negara, sehingga petani harus tetap menanam jika tidak ingin mengalami krisis pangan. Namun demikian petani juga harus difasilitasi dengan berbagai hal yang bisa mendukung terlaksananya pertanian di Indonesia. Bukankah Indonesia dikenal sebagai negara agraris?.

D.Sistem an-organik sebagai Solusi Kelangkaan Pupuk Kimia

Pemerintah diharapkan tidak hanya konsentrasi pada penyediaan pupuk kimia saja, tetapi juga harus diimbangi dengan pencarian alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi kelangkaan pupuk kimia dipasaran. Sebenarnya banyak alternatif yang dapat dterapkan, salah satunya adalah penerapan sistem an-organik (semi organik). Sistem an-organik merupakan penggabungan sistem pertanian organik dengan pertanian non-organik (kimia). Penggabungan sistem ini diharapkan dapat menutupi kekurangan dari masing-masing sistem.

Dengan berbagai kekurangan tersebut, dalam menggunakan pupuk perlu adanya pertimbangan yang tepat. Dalam kegiatan pemupukan pertimbangan penting yang selalu perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil optimal adalah:
1.Kelengkapan dan keberimbangan unsur hara (nutrisi) makro dan mikro yang tersedia;
2.Tingkat penyerapan hara yang tinggi dan efisien;
3.Kesehatan tanaman untuk memperoleh hasil panen yang tinggi;
4.Dengan menggunakan pupuk diharapkan akan terjadi perubahan pada struktur fisik, kimia, dan mikrobiologi tanah ke arah yang lebih baik;
5.Menciptakan kondisi ramah dan tidak merusak lingkungan;
6.Secara ekonomis menguntungkan yaitu biaya pemupukan yang rendah, baik harga pupuk per satuan luas, biaya transportasi, maupun biaya tenaga kerja juga rendah; serta
7.Mudah didapat pada saat dibutuhkan.

Kegiatan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia tidak mendukung pertimbangan kegiatan pemupukan tersebut. Pemupukan dengan pupuk kimia mempunya kekurangan, antara lain:
1.Ketersediaan pupuk yang dibutuhkan dalam jumlah, jenis dan waktu kadang-kala tidak sesuai dengan kebutuhan;
2.Kalaupun pupuk tersedia, harganya tidak cukup ekonomis untuk digunakan;
3.Penggunaan pupuk dalam jumlah dan volume yang besar akan mengeluarkan biaya untuk harga pupuk, biaya transportasi dan tenaga kerja yang besar pula;
4.Aplikasi pupuk kimia dalam volume yang besar pada umumnya tidak efisien karena tidak semua hara yang diperlukan terserap tanaman, sebagiannya menguap atau tercuci karena kondisi tanah yang kurang ideal (berpasir, keasaman tanah terlalu tinggi atau terlalu rendah, lahan gambut, lahan pasang surut, menipisnya kandungan bahan organik, dll);
5.Terjadi penyerapan unsur hara yang agresif pada pertanaman monokultur, sehingga mengganggu keseimbangan unsur hara makro dan mikro;
6.Penggunakan pupuk kimia secara terus menerus dalam waktu lama dan volume besar akan merusak struktur, tekstur dan mikrobiologi tanah serta kapasistas tukar kation.

Kekurangan pupuk kimia tersebut sebenarnya dapat ditutup dengan jalan menggunakan pupuk an-organik pada budidaya pertanian. Pupuk an-organik mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya :
a.Bahan-bahan untuk pembuatan pupuk organik ini mudah diperoleh,
b.Pembuatan pupuk organik secara umum tidak membutuhkan biaya yang mahal,
c.Dapat mengembalikan kesuburan tanah dalam jangka panjang, pembuatannya tidak sulit, petani tidak perlu melalui pelatihan-pelatihan yang mengajarkan teori-teori yang rumit, tidak mengandung zat kimia,
d.Pupuk an-organik juga ramah lingkungan. Yang paling penting dari pupuk an-organik adalah kandungan unsur haranya lengkap, sehingga kebutuhan unsur hara dapat tercukupi semua dengan satu macam pupuk.

Perlu dipahami, bahwa pupuk an-organik itu memberi makan pada tanah, sedangkan pupuk kimia memberi makan pada tanaman. Padahal tanaman mengambil makan dari tanah dan oleh karena itu yang semestinya layak diberi makan adalah tanahnya bukan tanamannya.  Walaupun terdapat kelemahan dari pupuk organik murni adalah butuh waktu yang agak lama, karena pupuk organik butuh diolah terlebih dahulu. Pengolahan tersebut tujuannya agar unsur hara di dalam pupuk organik dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, kekurangan pupuk organik tidak menunjukan hasil secara cepat seperti pupuk kimia, karena pupuk organik bersifat slow release, artinya pupuk organik dimanfaatkan oleh tanaman sedikit demi sedikit. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem tersebut, maka sistem an-organik (penggabungan sistem organik dan kimia) diharapkan bisa saling melengkapi dan nantinya akan dapat mengatasi kelangkaan pupuk kimia yang selama ini terjadi demi pencapaian Ketahanan Pangan Nasional.

II.Super Tani Siap Menjawab Kelangkaan Pupuk

Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana demi kesejahteraan masyarakat petani, maka Super Tani siap menjadi Garda terdepan. “SUPER TANI PUPUKNYA TENTARA” demikian yel-yel semangat pada acara sosialisasi di Kodim 1407 Bone, Jumat (27/06/2014).

Super Tani telah membuktikan eksistensinya kepada pemerintah dan petani di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, “ Kami Telah Banyak Membantu Institusi lain, Kini Tiba Saatnya Kami Membangun Institusi Sendiri yaitu TNI-AD, dan Ini adalah Harga Mati bagi Kami” demikian pernyataan Formulator Pupuk Super Tani Kapten Cpl. Andi Undru, S.Sos. pada saat pemaparan di depan peserta sosialisasi penggunaan Pupuk Super Tani di Aula Kodim 1407 Bone, Jumat (27/06/2014). Pernyataan semangat Sang Formulator tersebut spontan mendapat sambutan aplaus dari peserta sosialisasi dari unsur TNI-AD dan kelompok Tani Binaan Kodim 1407 Bone.

Menindaklanjuti kelangkaan pupuk yang terimbas pada Program Ketahanan Pangan Kodam VII / Wirabuana, Super Tani menyatakan Perang melawan Kelangkaan Pupuk. Kami tidak ingin program institusi kami goyah hanya karena kelangkaan pupuk. Demikian pernyataan Formulator Super Tani dengan nada gelegar dengan semangat patriotik sebagai prajurit.
Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan Kodam VII / Wirabuana, jika selama ini TNI-AD hanya sekadar membantu untuk mengamankan program tersebut  maka untuk selanjutnya TNI-AD melalui garda terdepannya ( Babinsa ) akan terjun langsung selain fungsi pengawalan juga memberi bantuan teknis, aplikasi, dan administrasi pelaporan  kepada para petani sebagai pengguna pupuk Super Tani.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, karena akhir-akhir ini sesuai yang terjadi dilapangan masalah kelangkaan pupuk menggorok leher para petani. Sebagai manusia biasa yang hidup dalam kesederhanaan pribadi Kapten Cpl. Andi Undru, S.Sos. memiliki naluri yang sangat peka terhadap fenomena yang terjadi di lapangan khususnya yang dialami masyarakat petani kita. “ petani sejahtera, negara kukuh “ demikian sambutan terakhirnya pada setiap kegiatan sosialisasi di seluruh Kodim se-Sulawesi Selatan.

Konsep Produksi yang Produktif

KONSEP PRODUKSI YANG PRODUKTIF, STRATEGI EKONOMI KERAKYATAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN
OLEH : SANG PEMBAWA SOLUSI
( ANDI UNDRU M,S.Sos. FORMULATOR SUPER TANI)

A.    SELEMBAR SIRIH

Bukan hidup jika tak ada persoalan, Solusi Ada Karena Ada Masalah, dengan sejumlah persoalan membawa kematangan dalam hidup. Ada kalanya, solusi untuk menyelesaikan sebuah masalah bukanlah dengan mencemplungkan dan melibatkan diri semata dalam masalah itu tapi gunakan kemampuan akal dan pikiran.
Ada kalanya, solusi terbaik itu adalah diam, menjauh sejenak, mengamati masalah itu dari ketinggian layaknya sebuah menara. Dari ketinggiannya kita merenung. Sehingga semua sisi masalah terlihat secara menyeluruh, dan kemudian kita bisa kembali sambil membawa solusi yang objektif. Bukankah sebuah tantangan, ketika kita dihadapkan pada masalah, maka menjadi figur seperti apakah kita ? Sang penambah bengkalai ataukah sang pembawa solusi ?
Lampu indikator merah yang tertanam di lengan kiriku menyala saat aku mendekati bahtera penjemput. Kutinggalkan pemuda lugu bergelar profesor universitas Prokontra  itu dengan kepakan kecil yang ternyata hampir membuat sedesa terbangun terkejut.
Teknologi seakan mengakibatkan manusia ingin mengevolusi hitungan satuan waktu yang diterapkan. Tak ada buku panduan yang menjelaskan tentang proses terjadinya rasa penasaran dan keingintahuan disaat menunggu suatu bentuk. Tapi yakinlah berawal dari niat tulus ikhlas Tuhan Tak Pernah Menjanji Tapi Tuhan itu Menentukan dan Memberi Bukti

B.    ABSTRAKSI

Melihat fenomena sekarang negeri ini bisa dikatakan memiliki masyarakat yang cenderung latah dan lemah dalam memfilter informasi yang didapat sehingga tidak heran jika budaya populer berkembang begitu pesat tanpa menelusuru mengapa itu populer. Anak muda sebagai objek perluasan budaya popular terus menerus terlena terbawa arus. Sedangkan media, dengan berbagai konten yang disajikan telah bermetamorfosis menjadi mesin pengeruk uang yang potensial.
Tak heran, ketika landasan kebijakan yang diambil oleh para pemegang otorita kebijakan semakin berorientasi pada program bukannya beriorintasi pada asas mamfaat yang produktif. Dengan demikian, produk-produk yang dihasilkan pun cenderung berdasar pada “selera”  kelompok tertentu daripada pemenuhan fungsi kebutuhan masyarakat.  Sejuta program lahir tak diimbangi dengan sajian yang mencerdaskan khalayak. Geliat persaingan industri di Indonesia dari waktu ke waktu semakin ketat. Masing-masing  berlomba menggaet simpati massa dengan berbagai produk  yang ditawarkan. Selera masyarakat lagi-lagi menjadi objek kaum kapitalis. Polesan demi polesan program terus dikembangkan sesuai selera masyarakat. Sebagai target pasar potensial, keberadaan kaum muda seringkali berhadapan dengan berbagai gempuran sajian media yang ada .

Permasalahan kaya akan program tapi miskin implementasi yang sampai saat ini melanda negeri ini, merupakan salah satu permasalahan serius yang harus disikapi dengan bijak. Kaum muda dituntu hadir untuk memberikan warna yang ada. Keberadaan kaum muda yang dianggap idealis dan cenderung netral dari berbagai faktor kepentingan membuat gerakan yang dilakukan kaum muda menghadirkan simpati yang cukup besar dari masyarakat. Hadirnya kaum muda sebagai kreator yang inspiratif diharapkan dapat menjadi pencerah kebuntuan dari sebuah kran yang tersumbat  dan membuat kehidupan rakyat semakin terpuruk.
Peran pemuda diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran kepada khalayak luas, yang mengarah pada bagaimana peranan kaum muda dalam menciptakan gebrakan baru dalam memecah suatu persoalan.

Dengan menciptakan “KARYA” pemuda dapat menjadi pelopor mencerdaskan pemahaman publik tentang sejumlah isu-isu yang berkembang. Pemuda adalah agen kritikus yang membangun sekaligus berada dalam garda paling depan penciptaan perubahan sosial masyarakat.  Dengan semangatnya yang tinggi, pemuda adalah ujung tombak penciptaan peradaban yang lebih baik lagi.

C.    KONDISI GEOGRAFI SULAWESI SELATAN

Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12′ – 8° Lintang Selatan dan 116°48′ – 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan.
Luas Wilayah Sulawesi Selatan 46.717,48 km2 dengan Jumlah Penduduk 2009 sekitar 8,3 Juta Jiwa. Sampai dengan Mei 2010, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan terdaftar sebanyak 8.032.551 jiwa dengan pembagian 3.921.543 orang laki-laki dan 4.111.008 orang perempuan. Secara administratif Sulawesi Selatan terdiri terdiri dari 24 Kabupaten/Kota yaitu 21 kabupaten dan 3 kotamadya yang memiliki 4 suku daerah yaitu suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

D.    SUMBER DAYA ALAM

Manajemen pengembangan sumber daya alam dalam aspek revitalisasi pertanian, kehutanan/perkebunan dan perikanan serta peternakan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, baik petani hutan,petani ikan,maupun petani ternak, disamping untuk meningkatkan daya saing produk-produk pertanian, kehutanan, perikanan dan peternakan juga untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkunga hidup. Tantangan besar yang dihadapi adalah bertambahnya penduduk yang tidak dibarengi dengan bertambahnya lahan pertanian, namun disisi lain pertambahan  penduduk berarti juga bertambahnya tenaga kerja yang berarti prospek besar bagi kemajuan produksi.

Revitalisasi pertanian, perikanan perkebunan  dan peternakan diharapkan dapat mengurangi  kemiskinan dan pengangguran  serta meningkatkan daya saing produk. Pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan  terutama melalui pengelolaan konservasi/pengelolaan pertanahan/tata ruang dan keagrariaan, serta dapat mendorong pengembangan usaha/penerapan teknologi dan kelembagaan yang ramah lingkungan.
Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai potensi sumber daya  alam yang didukung kondisi lahan dan iklim yang sesuai bagi pengembangan pertanian. Potensi-potensi yang ada tersebut mendukung program-program yang dikembangkan di sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan guna menciptakan terpenuhinya kebutuhan pangan  bagi masyarakat Sulawesi Selatan itu sendiri.

E.    POTENSI SUMBER DAYA IKLIM

Pertanian yang menjadi segmen penting bagi pembangunan Indonesia memiliki ketergantungan pada kondisi iklim dan cuaca. Semakin stabil kondisi atmosfernya, maka akan stabil pula produksi pertaniannya. Jika sebaliknya, maka akan terjadi penurunan produksi pertanian yang berujung pada terhambatnya fungsi pembangunan.

Potensi iklim di Sulawesi Selatan untuk pembangunan pertanian cukup mendukung. Wilayah pengembangan dikelompokkan menjadi 3 bagian berdasarkan kesamaan relatif zona iklimnya yaitu Sektor Barat, Timur dan Peralihan. Sektor Barat dipengaruhi oleh angin barat, dan sektor timur dipengaruhi oleh angin timur yang sangat erat berkaitan dengan musim hujan dan musim kemarau.

Di sektor barat meliputi beberapa wilayah yang sebagian besar berada di bagian barat Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Kota Pare-pare, Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto dan Selayar. Musim hujan di wilayah sektor barat berlangsung bulan Oktober sampai dengan Maret, dimana pada saat yang bersamaan di sektor timur berlangsung musim kemarau.

Zona iklim sektor timur meliputi wilayah-wilayah yang sebagian besar berada di bagian timur Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Sidenreng Rappang, dan Pinrang. Musim hujan di wilayah sektor timur berlangsung bulan April hingga September, dan sementara itu di sektor barat berlangsung musim kemarau. Sektor peralihan merupakan wilayah peralihan antara sektor barat dan timur meliputi kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu utara,Luwu timur, Enrekang dan kota Palopo.

Dua parameter cuaca yaitu curah hujan dan temperatur, menjadi ukuran bagi kestabilan atmosfe.. Jumlah curah hujan dan distribusinya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, melalui kontribusinya terhadap ketersedian airdalam tanah. Data curah hujan akan sangat membantu dalam rangka meramalkan pola curah hujan ke depan, dan memberi gambaran kemungkinan kejadian banjir dan kekeringan yang pada gilirannya akan bermanfaat bagi penentu kebijakan menyusun program antisipatif guna menghindari peristiwa-peristiwa iklim yang merugikan pembangunan pertanian. Dengan demikian, data iklim itu penting diinventarisir, dan selanjutnya diproses/diolah agar berdayaguna.

Pola curah hujan masing-masing zona iklim di Sulawesi Selatan : Berdasarkan klasifikasi iklim Oldemen, di Sulawesi Selatan terdapat 13 tipe iklim yairu A, B1, B2, C1, C2, C3, D1, D2, D3, E1, E2, E3 dan E4. Keragaman tipe iklim antardaerah di Sulawesi Selatan mengindikasikan bahwa gugus pulau di wilayah ini berpotensi besar untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian.

F.    SUMBER DAYA LAHAN

Menurut BPS 2008, Potensi sumber daya pertanian di Sulawesi Selatan cukup besar dalam rangka mendukung sektor pertanian. Lahan yang tersedia untuk pengembangan pertanian tanaman semusim lahan basah ± 2 juta ha, pertanian tanaman tahunan sekitar ± 1 juta ha.  Optimalisasi penggunaan sumber daya lahan merupakan suatu alternatif untukmeningkatkan produktivitas lahan. Penggunaan lahan di Sulawesi Selatan umumnya masih didominasi untuk usaha pertanian baik untuk tanaman semusim maupun tanaman tahunan selain untuk peternakan an perikanan. Keragaman penggunaan lahan dan kegiatan pertanian di suatu wilayah akan terjadi disebabkan oleh adanya perbedaan kondisi agroekosistem yang berkaitan dengan aspek iklim dan tanah sebagai penentu terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Ketersediaan data inventarisasi dan identifikasi potensi sumberdaya lahan melalui pemetaan tanah  di Sulawesi Selatan sangat terbatas dan belum tersedia secara detail. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan/penelitian lebih lanjut untuk memetakan tanah secara detail. Identifikasi potensi sumber daya lahan bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas dan karakteristik lahan serta potensinya, (2) menentukan strategi pengembangan wilayah, dan (3) menerapkan teknologi pengelolaannya. Hasil pemetaan lahan selanjutnya digunakan untuk kegiatan evaluasi lahan untukmenentukan kelas kesesuaian lahan yang dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertanian di Sulawesi Selatan.

G.    PEMAMFAATAN POTENSI  DAERAH

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi wilayah yang sangat luas dengan didukung sumber daya manusia. Masyarakatnya sebagian besar menggantungkan hidupnya di bidang pertanian.   Perkebunan adalah sektor andalan dengan berbagai jenis komoditas, antara lain kelapa sawit, kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, tebu, karet, teh, jambu mete dan kapas. Dari semuanya, kakao dan kopi adalah komoditas primadona. Sentra produksi kakao terdapat di Kabupaten  Bone, Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Wajo, Pinrang, dan Sinjai. Primadona lainya adalah kopi.  Sentra produksi kopi terdapat di Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang.

Potensi sektor perikanannya terdiri atas perikanan laut, perairan darat dan perairan umum. Komoditi perikanannya ikan tuna segar/beku, ikan kerapu dan ikan kakap,. Produk kelautan lainnya adalah rumput laut. Saat ini Sulawesi Selatan merupakan sentral pengembangan produksi rumput laut di Indonesia, khususnya untuk jenis glacillaria dan E Cottoni, masing-masing memberikan kontribusi 58% dan 36% terhadap produk rumput laut nasional.

Salah satu faktor yang mendorong tingginya PDRB Provinsi Sulawesi Selatan adalah sektor pertambangan. Produksinya mencakup emas, mangan, besi, pasir besi, granit, timah hitam, batu nikel sebagai produk unggulannya. Produksi terdapat di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara. Sebagai tujuan investasi, provinsi ini juga memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang diantaranya Kawasan Industri Makassar yang terletak di Makassar-Sulawesi Selatan, Bandara Hasanuddin di Makasar, Bandara Pongtiku di Tana Toraja, Bandara Andi Jemma di Masamba, Bandara Mappalo Ulaweng di Bone dan Bandara Tampa Padang di Mamuju serta memiliki Pelabuhan Bajoe / Bone, Pelabuhan Awerange / Barru, Pelabuhan, Pelabuhan Sinjai, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Palopo dan Pelabuhan Pare-Pare.

Sulawesi Selatan merupakan daerah penghasil tanaman pangan terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Predikat sebagai lumbung padi nasional mengukuhkan posisi Sulawesi Selatan sebagai produsen tanaman pangan yang cukup potensial terutama komoditas padi dan jagung sebagai komoditas tanaman pangan andalan. Untuk itu pemerintah telah berusaha mengoptimalkan produksi guna mencapai target sasaran tersebut, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Hal ini dibutikan dengan besarnya perhatian pemerintah daerah pada sektor ini dengan mencanangkan Program Surplus Beras Dua Juta ton dan Surplus Jagung 1,5 juta ton. Dengan luas wilayah 45.764,53 km2 (DATA BPS 2008), Sulawesi Selatan memiliki sumber daya lahan dan iklim (jenis tanah, bahan induk, fisiologi dan bentuk wilayah, ketinggian tempat, dan iklim) yang sangat bervariasi. Keragaman karakteristik sumber  daya lahan dan iklim merupakan potensi untuk memproduksi komoditas pertanian unggulan di masing-masing wilayah sesuai dengan kondisi agro ekosistemnya.

Semoga uraian-uraian di atas dapat menjadi alternatif pemikiran untuk pengembangan pertanian yang berkelanjutan  demi meningkatkan produksi secara efektif dalam upaya mencapai tingkat kesejahteraan rakyat di Sulawesi Selatan pada khususnya dan NKRI pada umumnya.

H.    PROGRAM  PENGEMBANGAN KOMODITAS DAN POLA TANAM

Dengan predikat sebagai lumbung pangan maka Sulawesi Selatan juga dijadikan sebagai daerah penyanggah stok pangan nasional. Selain itu Sulawesi Selatan dikenal pula sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia. Berbagai komoditas penting lainnya seperti kakao, kopi arabika, kelapa, kelapa sawit, tebu, lada, kapas juga berperan penting dalam menopang tatanan perekonomian daerah. Selain itu terdapat pula berbagai komoditas buah-buahan dan sayuran yang kontribusinya cukup berarti dalam pembangunan pertanian. Pertanaman jagung dikembangkan pada wilayah yang cukup luas yaitu di berada di
Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Bone, Soppeng, Wajo.

Sementara untuk komoditas padi hampir dapat dijumpai di semua daerah, namun pengembangannya terutama difokuskan di daerah Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu (BOSOWASIPILU). Pengembangan tanaman Kakao diarahkan ke daerah Luwu dan Pinrang yang kondisi iklimnya relatif basah, curah hujan tinggi dan merata. Kopi arabika dikembangkan di daerah ketinggian > 1.000 m dpl, antara lain di daerah Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Sinjai, dan Luwu. Pengembangan kelapa sawit ditujukan ke daerah-daerah relatif basah meliputi Luwu, Sinjai, dan Bulukumba. Unutk komoditas tebu, wilayah pengembangannya diarahkan di wilayah-wilayah dengan jumlah bulan kering tegas antara lain di daerah Takalar, Gowa dan Bone. Demikian pula dengan kapas diarahkan ke daerah-daerah relatif kering (tegas), seperti Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Bone, Soppeng, dan Wajo. Sayuran dan buah-buahan dataran tinggi diarahkan ke daerah ketinggian seperti Enrekang, Gowa (Malino) dan Sinjai serta beberapa wilayah dataran rendah.

Kriteria yang digunakan dalam pengelompokan pengembangan komoditas tersebut di atas adalah fisiografi, tanah, bentuk wilayah (kelerengan), tipe iklim (curah hujan, jumlah bulan basah dan bulan kering) dan ketinggian tempat serta arahan pengwilayahan komoditas nasional. Diharapkan dengan penetapan komoditas unggulan pada suatu wilayah akan meningkatkan efisiensi usahatani dan memacu perdagangan antar daerah.

Pola tanam yang diterapkan oleh petani di Sulawesi Selatan didasarkan pada kondisi curah hujan dan hubungannya dengan tipologi lahan. Pada lahan beririgasi teknis umumnya diterapkan pola tanam IP 300 yaitu pola tanam palawija (jagung, kacang-kacangan) sesudah menanam padi. Selain itu sebagian petani juga menerapkan pola tanam mina padi yang dilakukan sesudah menanam palawija (jagung) atau padi. Pola tanam lahan tadah hujan yang terkendala dengan ketersediaan air, pola tanam yang dilakukan adalah penerapan IP 200 antara padi dan palawija atau pakan ternak. Untuk lahan kering, pola tanam yang diterapkan umumnya hanya menanam pertanaman monokultur palawija.

Pada tipologi lahan tadah hujan dan lahan kering diterapkan pula pola tanam tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang-kacangan. Pola tanam tumpangsari dapat meningkatkan pendapatan petani dan memperkecil resiko gagal panen. Selain itu pada beberapa tempat, petani juga mempraktIkkan pola tanam tumpangsari antara tanaman kapas dan dan palawija (jagung dan kacang-kacangan). Nappu et al. (1990) melaporkan bahwa pola tumpangsari antara kapas dan kacang hijau dapat meningkatkan pendapatan petani sebesar 20% – 30%

I.    SITEM EKONOMI KERAKYATAN

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan  yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.

Secara ringkas Konvensi ILO169 tahun 1989 memberi definisi ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat local dalam mempertahan kehidupannnya. Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat local dalam mengelola lingkungan dan tanah mereka secara turun temurun.

Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi sub sisten antara lain pertanian tradisional seperti perburuan, perkebunan, mencari ikan, dan lainnnya kegiatan disekitar lingkungan alamnya serta kerajinan tangan dan industri rumahan. Kesemua kegiatan ekonomi tersebut dilakukan dengan pasar tradisional dan berbasis masyarakat, artinya hanya ditujukan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya sendiri. Kegiatan ekonomi dikembangkan untuk membantu dirinya sendiri dan masyarakatnya, sehingga tidak mengekploitasi sumber daya alam yang ada.

Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternatif dari para ahli ekonomi Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh negara negara berkembang termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan. Penerapan teori pertumbuhan yang telah membawa kesuksesan di negara negara kawasan Eropa ternyata telah menimbulkan kenyataan lain di sejumlah bangsa yang berbeda. Salah satu harapan agar hasil dari pertumbuhan tersebut bisa dinikmati sampai pada lapisan masyarakat paling bawah, ternyata banyak rakyat di lapisan bawah tidak selalu dapat menikmati cucuran hasil pembangunan yang diharapkan itu. Bahkan di kebanyakan negara negara yang sedang berkembang, kesenjangan sosial ekonomi semakin melebar. Dari pengalaman ini, akhirnya dikembangkan berbagai alternatif terhadap konsep pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi tetap merupakan pertimbangan prioritas, tetapi pelaksanaannya harus serasi dengan pembangunan nasional yang berintikan pada manusia pelakunya.

Pembangunan yang berorientasi kerakyatan dan berbagai kebijaksanaan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dari pernyataan tersebut jelas sekali bahwa konsep, ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat. Dengan kata lain konsep ekonomi kerakyatan dilakukan sebagai sebuah strategi untuk membangun kesejahteraan dengan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Menurut Guru Besar, FE UGM ( alm ) Prof. Dr. Mubyarto, sistem Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh – sungguhpada ekonomi rakyat Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring ( network ) yang menghubung – hubungkan
sentra – sentra inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya  jejaring pasar domestik diantara sentara dan pelaku usaha masyarakat.

Sebagai suatu jejaringan, ekonomi kerakyatan diusahakan untuk siap bersaing dalam era globalisasi, dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan sistem manajemen yang paling canggih sebagaimana dimiliki oleh lembaga “ lembaga bisnis internasional, Ekonomi kerakyatan dengan sistem kepemilikan koperasi dan publik. Ekomomi kerakyatan sebagai antitesa dari paradigma ekonomi konglomerasi berbasis produksi masal ala Taylorism. Dengan demikian Ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi jaringan harus mengadopsi teknologi tinggi sebagai faktor pemberi nilai tambah terbesar dari proses ekonomi itu sendiri. Faktor skala ekonomi dan efisien yang akan menjadi dasar kompetisi bebas menuntut keterlibatan jaringan ekonomi rakyat, yakni berbagai sentra-sentra kemandirian ekonomi rakyat, skala besar kemandirian ekonomi rakyat, skala besar dengan pola pengelolaan yang menganut model siklus terpendek dalam bentuk yang sering disebut dengan pembeli .
Berkaitan dengan uraian diatas, agar sistem ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, sejumlah agenda konkret ekonomi kerakyatan harus segera diangkat kepermukaan. Secara garis besar ada lima agenda pokok ekonomi kerakyatan yang harus segera diperjuangkan. Kelima agenda tersebut merupakan inti dari poitik ekonomi kerakyatan dan menjadi titik masuk ( entry point) bagi terselenggarakannya system ekonomi kerakyatan dalam jangka panjang =
Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktIk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya;  Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme ; persaingan yang berkeadilan ( fair competition) ; Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah.;  Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap ; Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan.

Yang perlu dicermati peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi. Artinya, peningkatan kesejahteraan tak lagi bertumpu pada dominasi pemerintah pusat, modal asing dan perusahaan konglomerasi, melainkan pada kekuatan pemerintah daerah, persaingan yang berkeadilan, usaha pertanian rakyat sera peran koperasi sejati, yang diharapkan mampu berperan sebagai fondasi penguatan ekonomi rakyat. Strategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan dibawah pimpinan dan pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal.

Ekonomi kerakyatan dicirikan dari keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sebesar-besarnya sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya pemodalan, dan sumber daya manusia untuk kesejahteraan rakyat keseluruhan. Pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat diindikasikan dari beberapa ciri berikut:

  1. Alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) minimal 51% untuk program dan kegiatan yang menyejahterakan rakyat banyak.
  2. Keuntungan yang diperoleh negara dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) minimal 51% dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat banyak.
  3. Distribusi dana tersebut menyebar kesetiap desa di seluruh wilayah NKRI dengan variasi antar desa tidak lebih dari10%.
  4. Mulai dialokasikan anggaran khusus untuk mengantisipasi peningkatan resiko gagal para petani akibat climate change yang mulai terjadi saat ini dengan terdistribusi keseluruh desa di Indonesia berupa Jaminan Keberhasilan Berusaha.
  5. Peningkatan proporsi Jaminan Sosial kepada Manula, Anjal, Orang Cacat, Pengemis, Gelandangan, Pemulung dan tenaga kerja yang belum mendapat kesempatan bekerja.
  6. Menerapkan pemberdayaan partisipatif yang lebih intensif.
  7. Luasan kepemilikan lahan untuk rakyat keseluruhan dengan variasi tidak lebih dari10%.

Ciri-ciri diatas yang terangkup dalam suatu pembangunan ekonomi menjadikan pembangunan ekonomi tersebut disebut sebagai pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat atau disebut juga Ekonomi Kerakyatan. Ciri lebih lanjut dari penerapan pembangunan ekonomi kerakyatan adalah rendahnya prosentase masyarakat yang tergolong miskin atau berpendapatan kurang dari $ 2 per hari, yaitu nilai prosentase masyarakat miskinnya kurang dari 5%.

J.    PERMASALAHAN

Dari uraian di atas, dengan segala potensi yang dimiliki, Keragaman potensi sumber daya iklim dan lahan di Sulawesi Selatan, dapat memberi manfaat yang besar untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Akan tetapi :

  1. Dari sekian upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian pada khususnya, belum mampu mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat  petani secara signifikan.
  2. Ketika para petani tiba masa panen, semua pada mengumbar senyum kegembiraan, namun setelah menghitung biaya yang dikeluarkan, semua  pada kebingungan, besar pasak dari tiang
  3. Bagaimana menjawab keluhan petani mengenai kelangkaan pupuk, sebagai akibat tidak imbangnya antara angka produksi pupuk dengan kebutuhan riil petani?.
  4. Rumitnya birokrasi dan kebijakan. dalam hal pemamfaatan anggaran baik yang bersumber dari APBN maupun APBD yang rentan dengan penyalahgunaan serta tidak tepat sasaran.

BAB II
KEMBALI  KE ORGANIK SEBAGAI SOLUSI MENGATASI
KELANGKAAN PUPUK

A.    KELUHAN PETANI

Beberapa hari ini, seluruh media massa di Sulawesi Selatan memberitakan mengenai protes petani akibat kurangnya pupuk subsidi pada hal sudah sangat dibutuhkan oleh petani. Menjawab keluhan petani mengenai kelangkaan pupuk, kelangkaan ini akibat tidak imbangnya antara angka produksi pupuk dengan kebutuhan riil petani. Kemampuan pemerintah untuk menyediakan pupuk terbatas akibat mahalnya bahan baku yang masih impor.

Benarkah persoalan pertanian bisa diselesaikan dengan memberikan subsidi? Saat ini satu kilo pupuk urea di pasaran bisa didapat dengan harga sekitar Rp 1.600, padahal harga semestinya Rp 6.000. Bukankah pemberian subsidi ini juga rawan diselewengkan karena ada oknum yang menimbun pupuk dan menjualnya kembali dengan harga mahal? PraktIk ini akan terus terjadi karena ada banyak petani yang tetap akan membeli pupuk dengan harga mahal supaya tanamannya tidak rusak dan membuat petani gagal panen.

Bagaimana dengan gagasan untuk kembali ke pertanian organik? Jika petani memilih untuk bertani secara organik, mereka tidak akan tergantung kepada pupuk kimiawi (pupuk pabrik). Mengapa pemerintah seolah tutup mata tentang kemampuan sumber daya daerah?
Saat ini, petani semakin membutuhkan banyak pupuk kimiawi karena tanah yang mereka olah sudah jenuh. Di sisi lain, pertanian organik di Indonesia dapat menjadi suatu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan di dalam jangka panjang yang ramah lingkungan. Namun, apakah kembali ke pertanian organik bisa semudah itu? Ya sangat mudah jawabnya. Pupuk Super Tani Sulusinya.

Sebagian petani di Indonesia terbiasa menggunakan pupuk kimiawi yang memberi respon cepat pada tanaman. Urea, misalnya, akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan cepat jika dibandingkan dengan pupuk organik.
Pemerintah, dan berbagai lembaga yang bergerak di bidang pertanian perlu menanamkan kesadaran pada masyarakat dan petani akan perlunya melestarikan lahan dan menjaga lingkungan dengan pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis. Semua pihak perlu bersama-sama mengubah orientasi petani yang sudah terjerumus pada sistem pertanian revolusi hijau.

Produktivitas pertanian yang selama ini diupayakan dengan penggunaan benih, pupuk, dan pestisida kimia ini selain tidak ramah lingkungan juga memiskinkan petani karena mereka tidak lagi mandiri dan enggan memproduksi benih sendiri. Penyadaran ini bisa disertai promosi jika dalam jangka panjangnya pertanian organik juga memberikan keuntungan secara materi. Sebagai contoh, harga pasaran beras organik mahal. Beras biasa harganya 4.500 rupiah per kilogram sedangkan beras organik bisa mencapai 6.500 rupiah. Selain itu petani juga mendapat keuntungan tambahan karena pencemaran akibat pemakaian berlebih pupuk kimiawi dan pestisida dalam jangka panjang membahayakan kesehatan si petani, kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah perlu memberikan prioritas pada sektor pertanian karena ada jutaan penduduk Indonesia yang bermata pencahariaan sebagai petani. Perkembangan ilmu pertanian dan ledakan populasi manusia menyebabkan kebutuhan pangan meningkat. Pemerintah pada saat itu menggalakkan revolusi hijau dengan penggunaan pupuk kimia sintetis, penggunaan pestisida, dan penanaman benih unggul berproduksi tinggi (hybrida).

Awalnya hal ini meningkatkan produksi pertanian tetapi setelah sekian lama pertanian ini lebih banyak menimbulkan permasalahan. Tanah yang puluhan tahun diolah dengan pupuk kimia membutuhkan lebih banyak pupuk dan apakah hasil yang mereka dapat sepadan dengan ongkos yang mereka keluarkan?
Revolusi Hijau dahulu didesain untuk menanggulangi tingginya permintaan makanan akibat pertumbuhan penduduk di paruh kedua abad ke-20 dengan pola pertanian yang menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan benih hibrida. Dilain pihak, peningkatan produksi ini memberikan konsekwensi serius pada kondisi tanah dan dampak buruk kepada lingkungan. Hal ini menyebabkan perlunya penggunaan banyak zat-zat kimia untuk bertani di tanah yang tidak lagi subur.
Penggantian ke sistem pertanian organik memiliki dampak pada produktivitas dan efektivitas tanpa merusak lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

B.    SUPER TANI JEMBATAN EKONOMI KERAKYAT

Menyikapi fenomena serta potensi sumber daya alam diatas,maka formulator super tani dan biasa disebut SANG PEMBAWA SOLUSI dengan teknologi pupuk super taninya yang telah banyak berkontribusi dan membantu para petani terutama dalam hal penekanan biaya dan peningkatan produksi pertanian.
Mengabdi demi negara dan berjuang untuk petani adalah menjadi ungkapan sang formulator,istilah ini sudah melekat dihati para petani terutama mereka yang sudah merasakan manfaat pupuk super tani dari segi peningkatan produksi yang sangat signifikan diatas standar rata-rata petani pada umumnya,dari angaka statistik 6-7 ton untuk pengguna pada lahan persawahan dan bisa mencapai 9 bahkan 10 ton perhektarnya.

Kehadiran formulasi pupuk an-organik super tani akan dapat menjawab permasalahan para petani yang tidak hanya mengharapkan peningkatan produksi semata tapi juga dapat bernilai produktif sehingga dalam satu kali proses panen tidak hanya berhitung untuk pengembalian biaya dan dikonsumsi hingga panen berikutnya,tapi juga memiliki cadangan biaya produksi untuk musim-musim yang akan datang.

Keperihatinan yang mendalam dan sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa suplay dan droping pupuk tidak pernah singkron,para petani umumnya menjerit “PUPUK LANGKA” kata mereka,apabila sering terjadi keterlambatan dalam distribusi pupuk terhadap petani maka sudah barang tentu mereka akan mengalami GAGAL PANEN,sementar pemerintah dan instansi terkait ( pertanian, perkebunan, dan kelautan) terkesan kurang serius menyikapi permasalahan petani,begitu pula dengan data kebutuhan kelompok fiktif adanya.

Insya Allah, berbekal mutu dan kualitas produk secara perlahan namun pasti   Super Tani akan menjawab sebagian permasalahan petani,Super Tani adalah “Solusi Terbaik untuk Petani”,selama kurang lebih satu dasawarsa formulator telah banyak berbuat dan membantu mayarakat petani,begitupun para petani sangat merespon baik kehadiran pupuk Super Tani,namun birokrasi yang ada tidak jeli memanfaatkan potensi SDM dari  “ Formulator ”  begitu pula teknogi pemanfaatan pupuk (Super  Tani) yang notabene telah mendapat penghargaan dari kementerian sebagai produk terbaik tahun 2009 juga pengakuan dari beberapa pemerintah daerah, Super Tani pernah menjadi pelopor dalam menyukseskan program strategis (Program seratus hari kerja Bupati) disalah satu pemerintah kabupaten. Kacamata kami sebagai pemerhati bangsa yang peduli terhadap petani,melihat bahwa pemerintah lebih terfokus pada birokrasi yang sudah ada (Monoton) begitu juga instansi pertanian selaku otoritas pengelola tidak mau membuat terobosan baru seperti layaknya FORMULATOR SUPER TANI.

Birokrasi pemerintahan yang rumit serta instansi pertanian selaku otoritas pengelola  dana bantuan sosial yang besumber dari APBN tidak bisa memanfaatkn dana bantuan tepat saaran dan tepat guna,bahkan ironisnya banyak yang tidak sejalan dengan apa yang menjadi kebijakan memerintah daerah dan lebih terkesan,hanya mementingkan diri pribadinya sendiri. Penyuaraan dengan ungkapan “Peduli Terhadap Petani” hanya menjadi slogan belaka,dan akhirnya waktu akan berlalu dan musim akan meninggalkan para petani,apabila tidak segera disikapi dan mengambil langkah cepat maka petani kita akan MISKIN, sementara potensi wilayah Indonesia sebagai negara agraris sangat menjanjikan masyarakat indonesia untuk hidup layak di atas rata-rata, artinya masyarakat petani akan makmur.

Prospektif pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan demi pencapaian produktivitas yang bernilai produktif sehingga permasalahan para petani dapat terjawab, teknologi yang dimaksud adalah Produk Pupuk an- organik Super Tani yang tidak lagi diragukan mutu dan kualitasnya. Estimasi peningkatan produksi dari hasil analisa usaha tani melalui demplot yang dilakukan pada lahan persawahan yang diaplikasi langsung oleh petugas pertanian (PPL) dapat mencapai minimal 1 ton bahkan sampai 4 ton peningkatan produksinya dalam satu hektar,jika diaplikasikan dengan benar dan sesuai dengan dosis penggunaan serta pendapingan teknis dan dikawal baik oleh penyuluh pertanian, artinya masyarakat petani dapat berpenghasilan 3,5 juta sampai 14 juta perhektarnya dalam satu musim,apabila dilakukan pembinaan secara bertahap dan terencana oleh pemerintah selama 5 tahun maka petani akan mendapat penghasilan sepuluh kali lipat dan petani menjadi sejahtera.

Kami berharap kepada semua pihak dan kalangan untuk memberikan bantuan dan dukungannya,sehingga kalimat PEDULI TERHADAP  PETANI bukan hanya menjadi slogan belaka tapi bisa diimplementasikan,untuk itu kami selaku FORMULATOR dari produk an-organik Super Tani mengimbau kepada kita semua :
1.    Cintailah Produk Nasional
2.    Cintailah Produk Sulawesi
3.    Cintailah Produk Sendiri (Bone)
4.    Cintailah Petani Indonesia

Yang ternyata, MUTU dan KUALITAS tidak kalah bersaing dengan produk-produk nasional lainnya serta kehadiran produk pupuk an-organik Super Tani akan membantu  merubah pola pikir serta animo masyarakat petani sehingga tidak lagi tergantung pada kebisaan yang sifatnya tradisional, sehingga bisa menjadi petani-petani yang profesional dengan pemanfaatan  Formulasi Teknologi Pupuk  yang lebih efektif / efisien serta tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat.
Wassalam, SUKSES PETANI dibawah lindungan ALLAH subhanahu wa ta ala.